Skip to main content

Kerokan pada Ibu Hamil Masuk Angin Bahayakah? Bolehkah? Ahli Kedokteran Menjawab!

Kerokan memang salah satu alternatif untuk mengobati masuk angin, bahkan kadang orang lebih memilih kerokan daripada pengobatan medis. Ada yang mengatakan juga bahwa kalau tidak kerokan maka tidak rasanya masuk anginnya tidak akan sembuh. Lalu bagaimana jika yang minta dikerok itu ibu hamil?

Sakit masuk angin memang paling enak dikerokin, terapi pengobatan alternatif untuk masuk angin dengan metode menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sebagai alat pengerok, yang selanjutnya menyebabkan guratan merah atau lecet pada kulit. Rasa hangat ini rada mirip kayak kita pakai minyak kayu putih di perut.

bolehkah ibu hamil kerokan

Kerokan biasanya menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung. Selain benda tumpul, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin seperti minyak telon.
Ibu hamil dituntut untuk hati-hati terhadap segala sesuatu, baik makanan yang di konsumsi maupun perbuatan yang dilakukan.

Oleh karena itu ibu hamil sebaiknya tidak kerokan. Beberapa masalah yang tidak diinginkan dapat saja terjadi bila ibu hamil memaksakan diri untuk tetap melakukan kerokan, karena dapat mengakibatkan berbagai masalah seperti berkut ini

1. Infeksi Bakteri Dan Virus

bolehkah ibu hamil pakai minyak kayu putih di perut
Ketika kerokan pori-pori kulit terbuka lebar untuk beberapa saat. Saat pori tersebut terbuka, angin yang ada dalam tubuh keluar dengan cepat sehingga bakteri dan virus yang terdapat di sekitar ibu hamil dapat masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori tersebut. Infeksi bisa saja menyebabkan penyakit serius, namun hal tersebut tentu sangat bergantung pada jenis mikro organisme, jumlah, dan akumulasinya

 

2. Kontraksi Dini

Kontraksi dini saat ibu hamil kerokan terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil sebagai respon terhadap reaksi penolakan tubuh terhadap aktivitas gesekan yang terjadi diluar kulit berlangsung dengan sangat cepat. Penolakan tubuh ini diwujudkan dengan produksi zat cytokines yang kemudian memicu pelepasan hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin inilah yang menyebabkan kontraksi dini pada rahim. Risiko terjadinya konstraksi dini akibat kerokan umumnya sangat tinggi ketika ibu hamil telah mencapai usia kehamilan trimester tiga.

3. Bayi Prematur

masuk angin saat hamil 7 bulan
Kerokan pada ibu hamil dengan intensitas sangat jarang sebenarnya hanya menimbulkan kontraksi dini dengan risiko yang masih dapat ditoleransi oleh janin Anda. Namun, bila kerokan dilakukan dengan sering, hal ini berarti kontraksi dini juga akan berlangsung lebih sering. Dengan begitu janin umumnya akan merespon dengan ketidaknormalan yang terjadi dalam pertumbuhannya sehingga menyebabkan bayi prematur.

 

Writen by

user

Writen By user

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *